Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Santri LPBI NU Peduli Kali

Permbersihan carang bambu di sungai DAM Cokromenggalan oleh LPBU NU
Permbersihan carang bambu di sungai DAM Cokromenggalan oleh LPBU NU

NU online Ponorogo – Hari santri 2020 dijadikan momentum dedikasi NU pada upaya pelestarian alam. PCNU Ponorogo melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI)-Nahdlatul Ulama (NU) menggandeng Dinas, Instansi, Komunitas dan pengusaha untuk peduli lingkungan menyelamatkan alam di seputaran DAM Cokromenggalan dari kerusakan.

Antusias warga manfaatkan wisata perahu di sungai DAM Cokromenggalan
Antusias warga manfaatkan wisata perahu di sungai DAM Cokromenggalan

Aksi ini diwujudkan dengan menanam pohon, tebar 10 ribu ikan tawes dan deklarasi bersih sampah di lokasi wisata bendungan (DAM) Cokromenggalan, Ponorogo, Sabtu (24/10/2020). Kegiatan ini tentu mencerminkan tindakan nyata santri dalam memberikan manfaat pada alam.

Novi Tri Hartanto mengatakan gelaran yang dikemas dengan tema “Kenduri Sungai Hari Santri Nasional (HSN) Bulan Bakti Pengurangan Resiko Bencana 2020,” merupakan bentuk nyata eksistensi santri dan expresi ruhul jihad ditengah pandemi dengan protokol kesehatan dalam bentuk nyata.

Santri LPBI NU bersihkan carang bambu di sungai DAM Cokromenggalan
Santri LPBI NU bersihkan carang bambu di sungai DAM Cokromenggalan

“LPBI-NU mengurangi potensi bencana yang ada di ponorogo dan mempersiapkan masyarakat tangguh dalam menghadapi bencana. Kita lakukan gerakan lestari alam dan bebas alam, menanam pohon, tebar benih ikan, bersih Sungai, Genduri, bagi masker dan vitamin,” katanya saat ditemui NU Online disela-sela acara tersebut.

Kang Novi sapaan akrab mantan Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Jawa Timur mengungkap dalam mewujudkan kelestarian alam tentu tidak dilakukan sendiri. Maka pihak LBPI ajak pihak lain yang peduli alam untuk bersama-sama bekerja melestarikan alam. Maka pihaknya gandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, Kecamatan, aktivis lingkungan, Komunitas, PCNU dan banom/ Lembaga, pramuka, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) RSU Muslimat.

“Misalnya saja untuk pengusaha Pak Imam Subaweh tadi berikan 10 ribu ikan tawes. RSU Muslimat berikan vitamin dan masker, semua yang tak dapat saya sebut satu persatu juga ikut tanam pohon lalu ikut bersihkan sampah,” paparnya.

Tancapkan puluhan baliho peduli kali
Tancapkan puluhan baliho peduli kali

Sementara itu, Seni Kepala Bidang P2KLH Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo, sangat mendukung dan berikan apresiasi atas apa yang dilakukan LPBI-NU. Bahkan DLH turut sumbang tanaman trembesi yang efektif untuk menahan air.

“Kesadaran masyarakat untuk lingkungan sudah sangat luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu Ahmad Subekti aktivis lingkungan menambahkan masyakarat harus lebih peduli lingkungan. Hal itu demi anak cucu agar bisa menikmati keindahan alam.

“Kalau orang dulu, seperti KH Hasyim Asy’ari bertirakat untuk kita, maka kita perlu bertirakat untuk anak cucu kita,” imbuhnya.

Selain itu, Mbah Wadi Komunitas Kebo Bule yang turut berjibaku membersihkan sampah di DAM Cokromenggalan mengungkap hal senada. Ia bersama rekan-rekanya juga tanam pohon dan ikut bersihkan sampah di DAM Cokromenggalan.

“Ini sesuatu yang luar biasa. jadi saya harapkan semua komunitas bisa melakukan hal seperti ini,” pungkasnya. (Yoga)

Reporter: Eko Yoga
Editor : budi

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *