Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Rindu Istighotsah, PAC GP Ansor Jenangan Kembali Gelar MDS Rijalul Ansor

NU online Ponorogo – Kerinduan kader GP Ansor Jenangan akan istighotsah lewat dzikir dan salawat terobati. Meski berada di era adaptasi baru, pengurus PAC GP Ansor Jenangan memulai kembali Majlis Dzikir dan Salawat (MDS) Rijalul Ansor di Masjid Al Karomain Tangar, Panjeng, Jumat (19/11). Namun demikian, standar protokol kesehatan tetap diberlakukan.

Suasana mahalul qiyam dipandu para pegiat MDS Rijalul Ansor Jenangan
Suasana mahalul qiyam dipandu para pegiat MDS Rijalul Ansor Jenangan

Diakui Eko Triyono ketua PAC GP Ansor Jenangan, karena masih di suasana pandemi maka ditegaskan kepada peserta untuk wajib memakai masker dan sering cuci tangan dan jaga jarak.

“Kita pasti sediakan handsanityser. Tentu karena MDS Rijalul ANSOR selalu di masjid untuk tempat cuci tangan sudah banyak tersedia,” ujarnya.

Rasa gembira diungkapkan Ihsan Purnomo Ketua MDS Rijalul Ansor Jenangan, sudah hampir satu tahun kegiatan rutin itu terhenti akibat pandemi covid-19.

“Kegiatan MDS Rijalul Ansor yang penuh pengagungan kepada Allah dan Salawat Nabi sebelum ini selalu batal digelar karena pertimbangan pandemi,” ungkapnya.

Acara MDS Rijalul Ansor yang diawali bacaan ratib kubra tersebut dihadiri Kepala Desa Panjeng, perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama(NU), Ketua Ranting NU, tokoh masyarakat setempat, Muslimat, Fatayat, ANSOR, Banser, IPNU-IPPNU, dan pemuda-pemudi desa Panjeng.

“Alhamdulillah peserta terlihat antusias dan seolah ada kerinduan untuk berdzikir bersama,” ungkap Ihsan.

Hal senada diungkap H. Habib Sujak Ketua Masjid Al Karomain, Panjeng. Ia mengungkap banyak agenda di masjid yang tidak terlaksana. Mulai dari acara yasinan, tahlilan dan banyak lagi.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa melaksanakan MDS Rijalul Ansor, saya bersyukur sekali,” terangnya.

Peserta MDS Rijalul Ansor tengah khusuk membaca ratib kubra di masjid Al Karomain Tangar, Panjeng (19-11)
Peserta MDS Rijalul Ansor tengah khusuk membaca ratib kubra di masjid Al Karomain Tangar, Panjeng (19-11)

Arif Juniarto Kepala Desa Panjeng ikut menyampaikan rasa syukurnya dengan adanya MDS Rijalul Ansor yang dilaksanakan di desanya. Juniarto juga memberikan apresiasi kepada pemuda Ansor yang gigih menjaga tradisi-tradisi NU.

“Acara semacam salawatan mulai kurang diminati oleh pemuda-pemudi karena adanya budaya-budaya dan teknologi baru. Akan tetapi pemuda Ansor mampu melaksanakannya dengan prinsip dasar kepemudaan, keislaman dan kebangsaan yang sangat kuat,” tegasnya.

Sementara itu, KH. M. Muhsin yang didaulat memberikan tausyiah memberikan petuah, dzikir dan salawat merupakan amalan yang sangat baik dan memiliki pahala yang besar.

“Dengan adanya MDS Rijalul Ansor, tentu bermanfaat bagi diri sendiri maupun jama’ah,” paparnya. (Halwan)

Reporter : Halwan
Editor : Budi

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *