NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

DKC CBP/KPP Kemas Outbound Sebagai Media Psikososial Pelajar

Peragaan game estafet bola paling seru, dinilai dapat meningkatkan stimulasi komunikasi antar teman
Peragaan game estafet bola paling seru, dinilai dapat meningkatkan stimulasi komunikasi antar teman

NU Online Ponorogo – Pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini diperlukan pendampingan psikososial terhadap para pelajar/santri agar memiliki motivasi yang kuat dalam menuntut ilmu. Peran inilah yang selama ini diambil Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Ponorogo untuk tetap berkontribusi dalam mendukung kegiatan belajar kadernya. Meski disadari kegiatan apapun di tengah pandemi covid-19 harus dilakukan secara terbatas.

DKC CBP/KPP Ponorogo memilih metode outbound untuk melakukan pendampingan psikososial pelajar.

“Outbond sendiri merupakan suatu pembelajaran luar ruangan yang seru, asyik dan tentunya tidak membosankan. Sehingga kegiatan outbound ini bisa dijadikan sebagai salah satu metode dalam pendampingan psikososial yang perlu diberikan kepada para pelajar/santri pada saat pembelajaran ditengah pandemi seperti ini,” ungkap Muhammad Rifai Komandan DKC CBP Ponorogo.

“Ini merupakan bukti kalau kita masih bisa berperan bagi pelajar/santri walau ditengah pandemi,” imbuhnya.

Rifai menjelaskan materi outbound ini dirancang untuk meningkatkan semangat belajar dan mengurangi kecemasan para pelajar dan santri.
“Karena ada fun game yang disajikan juga untuk meningkatkan kecerdasan EQ,” terang Rifa’i.

Terbaru, outbound diberikan kepada para santri Pondok Pesantren Darur Rohmah Gandu, Mlarak, Ponorogo. (09/08).

Terpisah, Siti Risalatul Mu’awanah komandan DKC KPP Ponorogo berharap kegiatan pendampingan psikososial ini bisa dilakukan berkelanjutan. “Mengingat penting dan perlunya kegiatan ini untuk mengurangi kejenuhan siswa yang harus beradaptasi dengan cara belajar baru atau daring yang diterapkan pada masa pandemi covid-19 selama ini,” tuturnya.

Menurut mu’awanah, seharusnya tidak hanya CBP/KPP saja yang berperan, namun semua pihak terkait,terutama pemerintah melalui Dinas Pendidikan harus bisa mendukung kegiatan pendampingan psikososial.

“Walaupun sekarang masih PPKM kami berharap ada dukungan dari pihak terkait untuk kegiatan pendampingan psikososial pelajar dan santri seperti ini,” ujarnya.

Dari kegiatan ini Muawanah berharap pelajar/santri bisa tetap semangat dan fokus belajar ditengah wabah pandemi.
“Sehingga kelak apa yang jadi cita-cita mereka dapat tercapai dan tentunya bisa membanggakan kedua orangtua mereka,” pungkasnya.

Outbound di Pondok Pesantren Darur Rohmah Gandu mendapatkan sambutan positif dari peserta. Dika, salah satu instruktur mengungkapkan hasil dialognya dengan peserta.

“Mereka mengaku sangat senang sekali mengikuti kegiatan outbond ini, walaupun kelihatannya hanya bermain, tapi kita bisa mengambil banyak pelajaran penting didalamnya,” katanya.

Dika memberikan contoh, dalam game estafet bola disukai peserta karena bisa belajar pentingnya kerjasama dan komunikasi untuk mencapai suatu tujuan.

Sebagai pelengkap, tim trainer outbound DKC CBP/KPP Ponorogo juga memberikan sosialisasi pentingnya menjaga protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

Reporter: Adika
Editor: Budi

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera