NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Ranting dan Banom NU di Bungkal dan Karanglo Kidul Bergerak Tangani Kartanu

Pengurus Banom NU di Bungkal dilibatkan dalam Tim Kartanu Ranting NU
Pengurus Banom NU di Bungkal dilibatkan dalam Tim Kartanu Ranting NU

NU Online Ponorogo – Berbagai langkah untuk mempercepat pengadaan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama atau Kartanu terus diupayakan Tim Admin MWC NU. Sejumlah upaya sosialisasi dan jemput bola dilakukan untuk mendukung langkah tersebut.

MWC NU Bungkal, misalnya, setelah sosialisasi Kartanu di PC NU Ponorogo pada bulan Ramadhan tahun ini, pihaknya langsung bergerak cepat dengan membentuk Tim Kartanu. Ketua Tim dipercayakan kepada Jemarin, salah satu Kader PKPNU, didampingi Sekretaris Yazid Yasruqi yang juga selaku Sekretaris MWC NU Bungkal. Mereka berdua juga dibantu dua orang kader PKPNU lainnya, Misbahul Munir dan Teguh Wiyono.

Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Tim Kartanu MWC NU Bungkal akhir Ramadhan lalu segera mengadakan sosialisasi Kartanu. “Sosialisasi Kartanu diikuti perwakilan masing-masing Banom NU sebanyak kurang lebih 20 orang, bertempat di Balai Desa Bedi Kulon,” ungkap Jemarin Ketua Tim Kartanu MWC NU Bungkal.

Jemarin menjelaskan langkah-langkah yang ditempuhnya bersama Tim Kartanu MWC, diantaranya saat sosialisasi langsung diadakan praktek pengisian pendaftaran Kartanu online oleh para peserta. Setelah sosialisasi, sebut Jemarin, masing-masing Pengurus Banom bertanggungjawab untuk mensosialisasikan kepada anggotanya.

Rapat Pengurus Ranting NU Karanglo Kidul, Jambon dalam rangka sosialisasi dan pembetukan Tim Kartanu Ranting setempat
Rapat Pengurus Ranting NU Karanglo Kidul, Jambon dalam rangka sosialisasi dan pembetukan Tim Kartanu Ranting setempat

“Untuk memudahkan pembuatan Kartanu dan koordinasi dibuat Group Tim Sukses Kartanu Kec. Bungkal. Karena masih pandemi maka sosialisai Kartanu lewat Group-group WA yang ada di masing-masing Banom,” kata Jemarin.

Jemarin menambahkan, untuk memudahkan pendaftaran Kartanu secara onine Tim Kartanu MWC NU Bungkal menyiapkan google form. Setelah masing-masing Banom bergerak untuk pendaftaran Kartanu, selanjutnya Tim Kartanu bersama MWC NU di bulan Syawal yang lalu mengumpulkan seluruh Ketua Ranting NU, ditambah 1 orang aktivis yang menguasai IT untuk mendapat sosialisasi di Kantor MWC Bungkal. Hasilnya, semua Pengurus Ranting NU diminta untuk membentuk Tim Kartanu Ranting NU.

Masih menurut Jemarin, untuk tahap awal pendaftaran Kartanu diprioritaskan untuk kaum milineal atau anak muda. “Ini dimaksudkan, setelah mereka mampu mendaftar secara Online maka mereka dapat mendampingi pendaftaran Kartanu di masing-masing Desa,” terang Jemarin.

Data Kartanu MWC NU Bungkal per 1 Agustus 2021 tercatat sebanyak 234, dengan perincian Pengurus atau anggota biasa sebanyak 112 orang, anggota GP Ansor 33 orang dan Pergunu 31 orang. Selebihnya Muslimat NU 23 orang, Fatayat NU 17 orang dan LPSNU Pagar Nusa 7 orang. Sedangkan IPNU dan IPPNU, masing-masing 2 dan 9 orang

“Catatan kami, pendaftar online sebanyak 226 orang, pendaftar offline 8 orang. Total jumlah 234 orang,” pungkas Jemarin.

Upaya sosialisasi Kartanu di tingkat grass root juga telah dilakukan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Karanglo Kidul (Jambon). Ketua PRNU Karanglo Kidul Muhammad Abror menyatakan tekadnya untuk menjadi Rantingnya sebagai contoh Ranting lainnya dalam pengadaan Kartanu. “Sudah seharusnya, sebagai warga NU kita harus mematuhi aturan (pengadaan Kartanu, Red) yang diputuskan PBNU,” ujar Abror.

PRNU Karanglo Kidul, sebagaimana yang dilakukan MWC NU Bungkal, juga melibatkan Banom NU untuk menjadi Tim Kartanu Ranting. Mereka terdiri dari para pengurus GP Ansor yang didukung pula para pengurus Takmir masjid di desa setempat.

Reporter : Idam
Editor : Budi

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera