Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

FGD Penulisan Sejarah NU Ponorogo

Undangan dan segenap panitia acara FGD Penulisan Sejarah NU
Undangan dan segenap panitia acara FGD Penulisan Sejarah NU

NUonline Ponorogo – Foccus Group Discussion ( FGD) dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) PCNU Ponorogo menggelar ajang diskusi penulisan buku sejarah NU Ponorogo, Ahad (1/11) di aula MA Putri Maarif.

Buku bertajuk “Jejak Sejarah NU Ponorogo ” yang berhasil dihimpun tim penggiat menulis dari Litbang PCNU seolah memberikan angin segar bagi kalangan akademisi maupun kader muda NU untuk terus berkarya di dunia tulis menulis. Drs.H.Fatchul Azis, MA, ketua tanfidziah PCNU Ponorogo sangat mengapresiasi atas ide penulisan buku tersebut.

“Saya berharap, nantinya buku ini bisa menjadi induk bagi siapapun yang akan mengenal tentang NU Ponorogo,” tegasnya.

Buku yang terbagi X bab dan setebal 110 halaman itu menarik untuk disimak. Di bawah bimbingan DR. Sutejo, M.Pd. Litbang sekaligus pembimbing atas terbitnya buku Jejak Sejarah NU Ponorogo.

Meski masih jauh dari sempurna, tapi Tejo panggilan akrabnya, mengaku optimis buku ini akan mampu merangsang untuk terbitnya buku-buku lainnya terkait petilasan bersejarah di Ponorogo. “Kita bisa mengangkat tema tentang sejarah makam NU di Ponorogo, atau tokoh- tokoh NU di Ponorogo. Kalau perlu kerjasama dengan MWC NU untuk menggali informasi tentang tokoh lokal di kecamatannya masing-masing,” imbuhnya.

Sederhana tapi penuh makna, FGD Penulisan Sejarah NU Ponorogo, Ahad (111) di aula MA Ma'arif Putri
Sederhana tapi penuh makna, FGD Penulisan Sejarah NU Ponorogo, Ahad (111) di aula MA Ma’arif Putri

Pada kesempatan itu DR.Lutfhi Hadi, saat sesi diskusi sedikit mengkritisi buku yang digarap Krisdianto dan kawan-kawan anggota Litbang NU. Terutama terkait nama salah satu tokoh yaitu HOS Cokroaminoto.

Menurut dekan Fakultas Syariah STAIN Ponorogo ini, justru HOS Cokroaminoto dinilai kontra produktif dengan sejarah perjuangan NU di Ponorogo. Karenanya dia berharap bab.3 di buku tersebut dihapuskan saja.

Menanggapi hal itu, Sutejo pun sepakat untuk menghilangkan bab.3.

Meski hanya dihadiri tidak lebih 30 undangan tapi acara FGD Penulisan Sejarah NU cukup sukses. Terbukti, Banom dan Lembaga yang hadir banyak memberikan masukan atas penulisan buku sejarah NU. (Bud)

Reporter : Hermawan
Editor: budi

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *