Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Mengawal Fatwa NU “Haram Membuang Sampah Sembarangan”

Mengawal Fatwa NU “ Haram Membuang Sampah Sembarangan”
Mengawal Fatwa NU “ Haram Membuang Sampah Sembarangan”

Kemanusian sebagai bagian dari pesan dakwah dengan kata lain dakwah kemanusian.  Makna kemanusian begitu luas jika di intrerprestasikan dalam berbagai  profesi kemanusiaan. Lembaga penanggulangan bencana dan perubahan iklim yang di singkat LPBI. Sejak dibentuk kepengurusan LPBI di PC.NU Ponorogo,  terus melakukan kegiatan sesuai tupoksi di setiap devisi.

Dalam hal ini, devisi lingkungan hidup dan perubahan iklim tupoksi untuk mengawal fatwa NU Tentang Haram Membuang Sampah Sembarangan sangat konsisten. Mochammad Hariyanto sebagai direktur divisi tersebut, acap kali melakukan Sosialisasi dan pelatihan Pengelolaan sampah dalam lingkungan Banom dan Lembaga NU maupun masyarakat umum, pernayaataan tersebut di benarkan oleh Novi T S.T ketua LPBINU Ponorogo.

Devisi lingkungan hidup dan perubahan iklim telah melaksanakan pelatihan pengelolaan sampah melalui prinsip 3R ( Reduce, Reyuce, Recycle). Pelatihan dilaksanakan guna mempersiapkan kader muda NU untuk terjun kelembaga dan banom NU seperti LP Maarif dan RMI.

Pelatihan yang disiapkan juga mengacu pada konsep pembelajaran sesuai tingkatan yang mengadobsi Kurikulum pendidikan formal K13 dan KTSP 2006. Analisis Lingkungan, Presentasi, Artikel, Prakarya dan aksi serta evaluasi sebagai bagian dari kegiaatan setiap cation pembelajaran.

Mengawal Fatwa NU “ Haram Membuang Sampah Sembarangan”

Peserta yang mengikuti pelatihan dari 30 pelajar NU putra dan putri setiap hari ahad selama 6 minggu, seleksi penguasaan materi pengelolaan sampah sebanyak 30 presen. Pembuatan pupuk organic, pakan ternak fermentasi, pembuatan BSF dari sisa fermentasi dan membedakan jenis sampah dan system pengelolaan dan model pengelolaannya.

Kegiataan pelatihan dipusatkan ditempat pengelolaan sampah kelurahan Tonatan (TPST 3R Tonatan). Jika LP Maarif dan RMI menghendaki sosialisasi dan pelatihan Pengelolaan sampah, personil tersebut siap untuk di terjunkan, demikian pernyataan direktur devisi lingkungan hidup dan perubahan iklim.

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *