NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Ketua LP Ma’arif PWNU Jatim Ajak Pengelola Pendidikan NU Keluar dari Zona “Underestimate”

Ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Timur, Prof. Mashdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D., hadir di tengah-tengah peserta diklat Ma’arif Mart yang diselenggarakan oleh LP Ma’arif Ponorogo

NU Online Ponorogo – Ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Timur, Prof. Mashdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D., melakukan kunjungan monitoring ke kegiatan Desiminasi Pelatihan yang diselenggarakan oleh LP Ma’arif PCNU Ponorogo di Graha PCNU Ponorogo, Sabtu (4/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PCNU Ponorogo Dr. Idam Mustofa, M.Pd., Wakil Ketua PCNU Korbid Pendidikan dan Korbid Hukum H. Maftuh Basuni, M.H., Ketua LP Ma’arif Ponorogo Dr. Basuki, M.Ag., serta Sekretaris LP Ma’arif Imron Ahmadi, S.Ag. Turut hadir pula puluhan peserta dari berbagai sekolah dan madrasah Ma’arif se-Kabupaten Ponorogo.

Dalam arahannya, Prof. Masdar Hilmy mengajak para pengelola lembaga pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk keluar dari zona underestimate dan berani melangkah maju. “Kalau mau, pasti bisa. Jangan pernah merasa kecil hanya karena label ‘Ma’arif’. Justru dari sinilah kita buktikan bahwa lembaga pendidikan NU mampu bersaing,” tegasnya.

Selain memberikan motivasi, Prof. Masdar juga membagikan sejumlah langkah praktis untuk mengembangkan potensi ekonomi para guru melalui bisnis daring (online business). Ia mencontohkan bagaimana pendidik bisa mengoptimalkan media sosial dan platform digital untuk kegiatan produktif, tanpa meninggalkan tugas utama sebagai pendidik.

Prof. Masdar Hilmy mengajak para pengelola lembaga pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk keluar dari zona underestimate dan berani melangkah maju

Sementara itu, Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, M.Pd., mengamini pesan Prof. Masdar tersebut. Menurutnya, yang terpenting adalah semangat berjamaah dan tekad berjam’iyah. “Kalau berjamaah, NU sejak dulu sudah bisa. Tapi yang sering sulit itu ketika diajak berjam’iyah, bekerja dalam satu sistem. Maka LP Ma’arif perlu terus bersinergi dengan lembaga-lembaga NU lainnya,” ujarnya.

Dr. Idam juga mendorong LP Ma’arif Ponorogo untuk mengembangkan Ma’arif Mart sebagai bentuk kemandirian ekonomi lembaga pendidikan NU. Ia mencontohkan, kerja sama bisa dilakukan dengan unit usaha NU lain seperti Bintang Swalayan.

Menutup kegiatan, Ketua LP Ma’arif Ponorogo Dr. Basuki, M.Ag., menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai saran dan arahan yang muncul dalam kegiatan tersebut. “Kami akan menyiapkan langkah konkret menuju terwujudnya Ma’arif Mart sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan dan ekonomi di lingkungan Ma’arif,” tandasnya.

Sebagaimana informasi dari LP Maarif, agenda pagi ini merupakan pelatihan Ma’arif Mart yang merupakan serangkaian agenda Diseminasi Pelatihan yang diselenggarakan LP Ma’arif Ponorogo sejak 10 September yang diikuti oleh para guru di bawah naungan LP Ma’arif.

Kontributor: Sahabat Media LTN

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *