Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Pcnu Ponorogo Menggelar Ngaji Rutin Kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah

Pcnu Ponorogo Menggelar Ngaji Rutin Kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah
Pcnu Ponorogo Menggelar Ngaji Rutin Kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah

PCNU Ponorogo kembali menggelar Ngaji Rutin kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah, kitab karangan pendiri Nahdlatul Ulama Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari setelah sempat beberapa bulan vakum karena pandemi Covid-19. Ngaji Rutin ini digelar setiap malam Sabtu Kliwon (Jumat malam) pada tiap bulannya. Bertindak sebagai pembalah kitab adalah Rais Syuriah PCNU Ponorogo KH. M. Sholehan Al Hafidz. Ngaji rutin ini digelar di Kantor PCNU Ponorogo, Jl. KH Ahmad Dahlan 60 Ponorogo, Jumat (9/25) malam.

Dijelaskan di dalamnya adalah tentang kelompok Rafidzah yang selalu mencela sahabat Abu Bakar dan Umar r.a dan lainnya. Sementara mereka fanatik terhadap sahabat Ali bin Abi Thalib. “ada kelompok Rafidzah yang selalu mencela Abu Bakar dan Umar r.a. dan lainnya. Tetapi fanatik kepada sahabat Ali bin Abi Thalib dan Ahli Bayt r.a.” jelas KH. Sholehan.

KH Sholehan menambahkan dengan mengutip sebuah hadits dalam kitab tersebut bahwa Rasulullah melarang umat Islam untuk menyakiti sahabat nabi, karena hal itu sama saja dengan menyakiti Rasulullah sendiri. “Janganlah kalian menyakiti aku (Rasulullah)dengan mencaci sahabatku, barang siapa menyakiti mereka sama dengan menyakiti aku”.

Rasulullah juga melarang menyakiti Aisyah (Istri Rasul) dan Fatimah (putri Rasul). “janganlah kalian menyakiti aku dengan menyakiti ‘Aisyah. (Fatimah) adalah darah dagingku, siapapun yang menyakitinya sama dengan menyakitiku” lanjut KH. Sholihan menjelaskan sebuah hadits sekaligus menutup agenda Ngaji Rutin ini.

Ngaji Rutin Malam Sabtu Kliwon ini juga dihadiri oleh jajaran Syuriah, pengurus Tanfidziyah, Lembaga, Banom dan MWC NU se-Ponorogo. Selain menggelar Ngaji Rutin Kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah, pada malam itu juga PCNU Ponorogo merelaunching website resminya setelah lama vakum dan mengukuhkan kembali pengurus NU Care-Lazisnu.

Peserta Pcnu Ponorogo Menggelar Ngaji Rutin Kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah
Peserta Pcnu Ponorogo Menggelar Ngaji Rutin Kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah
Peserta Pcnu Ponorogo Menggelar Ngaji Rutin Kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah
Peserta Pcnu Ponorogo Menggelar Ngaji Rutin Kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *