Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Peringati Hari Wayang, Ketua Pepadi : Syiar Islam Sunan Kalijogo Melalui Wayang

Selamat Hari Wayang Nasional 2020
Selamat Hari Wayang Nasional 2020

NU online Ponorogo – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) dan Persatuan Dalang Indonesia (Pepadi) Kabupaten Ponorogo ajak Nahdlatul Ulama (NU) dan organisasi islam lainnya bersinergi lestarikan seni dan budaya. Hal itu disampaikan usai gelaran wayang kulit virtual dalam rangka memperingati hari wayang sedunia, di Padepokan Reyog Ponorogo, Jl Pramuka No 19 A, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (07/10/2020).

Yudha Slamet Sarwo Edi Kepala Bidang Kebudayaan Disbudparpora mengatakan membuka lebar-lebar bagi organisasi islam yang akan turut berkontribusi terhadap pelestarian kebudayaan adi luhung peninggalan nenek moyang. Seperti pada seni Reyog, Wayang dan lainnya.

“Saya contohkan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan di Lesbumi (Lembaga Seni Budaya)- NU. Biasanya setiap bulan Lesbumi ada jagongan Ponorogan, ada sarasehan. Itu Reyog juga pernah ditampilkan pada Harlahnya NU juga,” katanya.

Yudha Slamet Sarwo Edi, Kabid Kebudayaan Disbudpora ( baju batik) dan Sindu Prawoto ketua Pepadi ( jasket hitam saat mengikuti resepsi peringatan Hari Wayang se- dunia.
Yudha Slamet Sarwo Edi, Kabid Kebudayaan Disbudpora ( baju batik) dan Sindu Prawoto ketua Pepadi ( jasket hitam saat mengikuti resepsi peringatan Hari Wayang se- dunia.

Yudha menjelaskan pihaknya tentu sangat senang sekali bila diajak bersinergi dalam bersama-sama menjaga dan melestarikan seni budaya sebagai identitas Bangsa.

“Nah, kemarin kita juga diajak dialog Ponoragan dalam rangka hari Santri juga,” terangnya.

Sementara itu Sindu Prawoto, Ketua Pepadi menuturkan agama tanpa seni budaya anyep (rasa yang monoton) dan seni budaya tanpa agama itu bisa merusak sehingga keduanya harus berjalan seiringan.

“Dari organisasi berbasic agama hendaknya bisa menampung bagaimana seni Budaya ini tetap bisa dimasuki atau dikemas. Kalau Islam ya budaya-budaya islami. Sehingga bisa berjalan seiring, kan jadi lengkap,” ujarnya.

Pada zaman Walisongo sendiri, lanjutnya Kanjeng Sunan Kalijogo juga menggunakan budaya wayang kulit untuk secara teknis merangkul umat yang mayoritas pada saat itu masih non-muslim.

Pagelaran wayang kulit bersama dalang anggota Pepadi dalam rangka memperingati hari Wayang se- dunia ( 711)
Pagelaran wayang kulit bersama dalang anggota Pepadi dalam rangka memperingati hari Wayang se- dunia ( 711)

“Sehingga melalui wayang syiar agama lslam pada saat itu bisa tercapai,” paparnya.

Sementara itu ditempat terpisah Ahmad Sauji ketua Lesbumi NU saat dihubungi Nuonline menambahkan Lesbumi-NU Ponorogo sudah memiliki kesenian wayang. Ia juga menyampaikan selamat hari wayang kulit sedunia.

“Lesbumi Ponorogo punya wayang HOR (Red). Semoga seni dan budaya terus bisa kita jaga dan lestarikan Bumi bersama-sama,” pungkasnya. (Yoga)

Reporter : Yoga
Editor : budi

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *