NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Program Kartanu: Timses Kewalahan Layani Ibu-ibu Muslimat

Petugas registrasi sempat kewalahan melayani pengembalian formulir Kartanu dari para anggota Muslimat NU Pangkal
Petugas registrasi sempat kewalahan melayani pengembalian formulir Kartanu dari para anggota Muslimat NU Pangkal

NU Online Ponorogo – Timses Kartanu MWC NU Sawoo dalam 5 hari terakhir telah menyelesaikan registrasi dan pemotretan Kartanu di 2 Desa. Di Desa Tempuran Timses beranggotakan 15 orang ini harus menjalani tugasnya 2 hari berturut-turut, Kamis (5/8) sampai Jum’at (6/8). Dilanjutkan di Desa Pangkal selama 3 hari, mulai Sabtu (7/8) dan berakhir Senin (9/8).

Dalam setiap Dukuh di Desa Pangkal Timses harus membagi dua tempat pelaksanaan pemotretan. Padahal Desa Pangkal memiliki 4 dukuh, yaitu Pangkal, Krambil, Nglumpang dan Blumbang. “Harus dibagi dua titik pemotretan, dikarenakan sangat banyak peserta yang akan ikut foto,” kata Imam Mustakim Admin Kartanu MWC NU Sawoo.
Di Dukuh Krambil, misalnya, pagi sampai siang Timses berada di lingkungan Mlokosari, baru sorenya berlanjut di salah satu rumah warga lingkungan lainnya.

Mustakim menerangkan di Dukuh Krambil saja telah terdaftar 285 orang. “Padahal saat sosialisasi, untuk Desa Pangkal hanya disediakan 315 lembar formulir, jadi kami harus menambahnya untuk besoknya (di Dukuh lain, Red), ” terangnya.

Dikatakan Mustakim, Pendaftar Kartanu kebanyakan dari ibu-ibu anggota Muslimat NU. “Meski begitu Pendaftar dari kalangan bapak- bapak juga banyak,” imbuhnya.

“Kadang kami kesulitan dalam mengondisikannya, saking banyaknya (kalangan ibu-ibu Muslimat, Red).

Petugas potografi memberi arahan posisi duduk salah satu anggota Muslimat Pangkal sebelum diambil gambarnya
Petugas potografi memberi arahan posisi duduk salah satu anggota Muslimat Pangkal sebelum diambil gambarnya

Pernyataan Mustakim dibenarkan Edi Suryono Ketua Timses Kartanu. Ia menyebut kesibukan nampak terasa di bagian registrasi. “Karena ibu-ibu Muslimat rebutan menyerahkan formulir sekalian biayanya,” tandasnya.

Meski awalnya para ibu itu berdesakan, tapi petugas segera mengurainya agar tidak terjadi kerumunan. Para ibu berdalih dengan menyerahkan formulir lebih awal, maka sesegera mungkin dapat diambil potonya.

Sementara itu, prosedur yang harus dilalui setiap Pendaftar, dimulai dari pengisian formulir yang telah dibagikan saat sosialisasi Kartanu. Setelah formulir diisi Pendaftar menyerahkannya kepada petugas registrasi. Setelah formulir diversifikasi dan dinyatakan benar, Pendaftar masih diharuskan menunggu panggilan pemotretan.

Selesai pemotretan, baru Pendaftar diperbolehkan pulang. Saat itu juga petugas potografi mengunggah file foto jpg ke google drive. Tahapan berikutnya, petugas input data akan menyelesaikan pengisian data di aplikasi Kartanu.

Berikutnya data yang masuk diversifikasi Admin Kartanu. Jika biodata Pendaftar dinyatakan benar, maka Admin Kartanu memberi opsi persetujuan. Admin Kartanu juga memverifikasi biodata Pendaftar yang secara mandiri mendaftar lewat aplikasi Kartanu.

Proses terakhir adalah pencetakan Kartanu oleh Admin Kartanu Cabang. Setelahnya, Pendaftar manual tinggal menerima Kartanunya dari Timses. Sedangkan Pendaftar mandiri dapat memperoleh Kartanunya setelah memenuhi biaya pendaftaran Kartanu.

Reporter : Idam
Editor : Budi

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera