Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Puncak Hari Santri, Panitia Rencanakan Munggah Molo

NU Online Ponorogo – Pelan tapi pasti. Megaproyek pembangunan Gedung Serba Guna PCNU Ponorogo sudah memasuki tahap akhir. Hingga Senin (!2/10) kemarin, para pekerja terlihat mulai menggarap tembok lantai 3. “Progress sampai saat ini sudah sampai pada finishing pemasangan tembok. Berikutnya nanti segera dilanjutkan dengan pemancangan ring balok,” tutur Novi Tri Hartanto, Kepala Seksi Teknis Panitia Pembangunan Gedung Serba Guna PCNU Ponorogo.

Para pekerja sedang menyelesaikan pemasangan tembok lantai 3 Gedung Serba Guna PCNU Ponorogo

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejak pertengahan September 2020 lalu, pengerjaan proyek sudah mulai memasuki tahap akhir. Yakni menggarap lantai 3. Sesuai perencanaan, lantai 3 ini nantinya akan difungsikan sebagai aula. Karena itu, konstruksinya dibuat khusus, di antaranya dengan pemasangan ring balok untuk menambah kekuatan.

Novi mengatakan, pengerjaan lantai 3 memang terus dipantau secara ketat. Bahkan sedikit dikebut. Pasalnya, panitia merencanakan pemasangan kerangka atap akan dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Santri. Tepatnya tanggal 22 Oktober mendatang. “Kita sudah koordinasi dengan PCNU, nanti diusahakan munggah molonya pas Hari Santri,” tegasnya.

Hal ini dibenarkan Khoirul Anwar selaku Ketua Pelaksana pembangunan Gedung Serba Guna PCNU Ponorogo. “Do’akan saja, semoga pas HSN tanggal dua puluh dua Oktober kita bisa munggah molo, semoga lancar,” kata Anwar kepada NU Online Ponorogo.

Novi menambahkan, pemasangan kerangka atap dalam tradisi Jawa merupakan momen sakral. Biasanya, kesakralan itu diwujudkan dalam bentuk upacara adat yang sering disebut dengan istilah munggah molo. “Ini sebagai bentuk syukur kita. Makanya dalam upacara itu nanti, ada pembacaan do’a khusus. Ya semacam tasyakuran gitulah kalau dalam tradisi Islam,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, diperlukan langkah-langkah taktis guna mempercepat proses pembangunan. Di samping menyelesaikan pembangunan tembok, juga perlu mempersiapkan kerangka atapnya. Semua dikerjakan secara paralel agar selesai tepat pada waktunya.

Septa, fulltimer Sekretariat PCNU Ponorogo menerima penyerahan donasi dari perwakilan MWC-NU (12/10)

Sementara itu, usaha penggalangan dana dari nahdliyin yang dikoordinir MWC-NU terus dilakukan. Para pengurus MWC-NU didampingi Panitia Pembangunan melakukan sosialisasi di wilayah masing-masing. Dan berdasarkan data yang diperoleh dari Sekretariat PCNU, dalam seminggu terakhir ini sudah 3 MWC-NU yang menyerahkan perolehan penggalangan dana. Ketiganya adalah Jenangan, Pulung dan Ngebel. MWC-NU Ngebel menyerahkan dana sebesar Rp 10 juta, MWC-NU Pulung sebesar Rp. 15,375 juta, dan MWC-NU Ngebel Rp. 15,725 juta.

Menurut catatan Sekretariat PCNU, sampai Sabtu (10/10) jumlah pengeluaran dana pembangunan lantai 3 sebanyak Rp 31.425.000. Jumlah tersebut belum termasuk piutang yang harus dipenuhi Panitia pembangunan. “Panitia masih harus melunasi tanggungan piutang. Maka dengan masuknya dana dari MWC-NU kami merasa bersyukur,” ungkap Septa, fulltimer di Sekretariat PCNU Ponorogo.

 

Reporter : Idam

Editor Lege

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *