Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Siswa MI Maarif Panjeng Khatam Quran Tiap 3 Bulan

Guru MI Maarif sedang membimbing siswanya sebagai persiapan menghadapi ujian kenaikan jilid Ummi di Masjid, Sabtu (7/11).

NU Online Ponorogo – MI Maarif Panjeng, Sabtu (7/11) kemarin, melaksanakan ujian kenaikan jilid pada pembelajaran metode ummi. Para siswa datang sendiri ke madrasah untuk mengikuti ujian. Pelaksanaan ujian dibagi di beberapa tempat. Ada yang di kelas, ada juga yang di masjid. Dari pantauan NU Online Ponorogo, ujian dilaksanakan dengan tertib dan semua siswa tetap menaati protokol kesehatan.

Perlu diketahui, pembelajaran al-Quran metode ummi adalah salah satu mata pelajaran yang masuk dalam struktur kurikulum muatan lokal MI Maarif Panjeng. Jenjang penguasaan materi pada metode ummi ini tidak mengikuti tingkatan kelas, tetapi wajib diikuti oleh seluruh siswa sesuai penguasaannya dalam jilid tertentu.

Tahapan pembelajaran metode ummi dimulai jilid 1-6 dan hafalan juz amma,
Juz 1-5, gharib ditambah juz 6-10 dan berakhir pada tajwid dan juz 11-15. Kelulusan diberikan kepada siswa setelah munaqasyah dan imtihan.

Miftahul Huda Kepala Madrasah menyebut, pembelajaran al-Quran metode ummi menjadi salah satu program yang menjadi prioritas.

“Untuk menjamin mutu hasil pembelajaran dan penjaminan mutu kepada wali siswa, pembelajaran al- Quran metode ummi dilakukan dengan sistem dan target yang jelas,” ungkap Huda.

Setiap jilid, sebut Huda, harus diselesaikan dalam waktu tiga bulan, lalu diadakan ujian kenaikan kelas.

“Untuk naik jilid harus melalui ujian kenaikan jilid yang diuji langsung oleh koordinator al-Qur’an,” terangnya.

Masih menurut Huda, siswa yang mencapai nilai di atas kriteria nilai minimal, berhak melanjutkan jilid betikutnya. Jika ada siswa yang belum lulus, maka ia dikembalikan ke guru al-Qurannya untuk diremidi. Setelah dirasa cukup mampu, selanjutnya ia bisa lagi menemui koordinator al-Quran untuk minta ujian ulang.

Ujian akhir pembelajaran al-Quran metode ummi berupa munaqasyah. Siswa dapat ikut khataman dan imtihan juga uji publik yang melibatkan semua guru dan wali siswa.

“Jadi, setiap tiga bulan ada siswa kita (MI Maarif Panjeng, Red) yang khatam al-Quran,” pungkas Huda.

 

Reporter : Idam

Editor : Lege

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *