NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Ular Sanca Kembang 5 Meter Dievakuasi LPBINU dari Kandang Ayam Warga Trisono

Tim Animal Rescue LPBI NU Ponorogo yang dipunggawai Sofyan “Popey” berhasil mengecakuasi ular sanca kembang berukuran 5 meter

NU Online Ponorogo – Seekor ular sanca kembang berukuran besar menggegerkan warga Dukuh Karanggayam, Desa Trisono, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Kamis malam (5/12/2025). Ular tersebut ditemukan bersarang di dalam kandang ayam milik Tegar Saputra. Kejadian ini langsung dilaporkan ke Tim Animal Rescue LPBINU Ponorogo untuk dilakukan evakuasi.

Sekira pukul 20.00 WIB, telepon seluler tim rescue LPBINU berdering keras setelah menerima laporan dari warga. Tegar Saputra mengungkapkan bahwa keberadaan ular diketahui saat menjelang magrib. Ia mendengar gaduh kokok ayam yang tidak seperti biasanya, menjadi pertanda ada sesuatu yang asing di dalam kandang.

“Begitu saya cek, ternyata ada ular besar sudah bersarang di dalam kandang. Sempat kaget, tapi saya tetap berusaha tenang. Ini sebenarnya kejadian yang kedua kalinya. Sebelumnya ular yang lebih besar malah berhasil kabur,” ungkap Tegar.

Tak berselang lama, sekitar pukul 20.20 WIB, Tim Animal Rescue LPBINU Ponorogo yang dipunggawai Sopian “Popey” langsung tiba di lokasi dan bergerak cepat menuju kandang untuk melakukan proses evakuasi. Dengan peralatan dan prosedur yang aman, tim berhasil menangkap ular tersebut hanya dalam hitungan menit.

“Ular sanca kembang ini panjangnya sekitar lima meter. Perkiraan kami, ular sudah memangsa ayam di dalam kandang sehingga akhirnya terperangkap dan tidak bisa keluar,” jelas Popey.

Sementara itu, Ketua LPBINU Ponorogo, Khusnul Khabib, menyampaikan bahwa dalam beberapa bulan terakhir tim rescue memang cukup sering mengevakuasi ular jenis sanca kembang di wilayah Ponorogo. Ia menduga kemunculan ular di permukiman warga disebabkan oleh meningkatnya populasi atau terganggunya habitat asli mereka di hutan.

Sofyan “Popey” saat menaklukkan ular sanca

“Evakuasi ular piton ini sudah sering kami lakukan belakangan ini. Bisa jadi karena habitatnya terusik sehingga ular menyasar ke pemukiman warga. Selanjutnya, ular hasil evakuasi akan kami serahkan kepada BKSDA Madiun untuk ditangani lebih lanjut,” terangnya.

Salah satu warga Trisono, Somiran, mengaku sangat berterima kasih kepada Tim Animal Rescue LPBINU Ponorogo atas respons cepat dan profesional dalam menangani kejadian tersebut. Ia berharap ke depan ada pelatihan khusus bagi warga tentang cara evakuasi ular secara mandiri dan aman.

“Sering sekali ada kejadian seperti ini. Kami berharap ada pelatihan agar warga bisa menangani sendiri tanpa rasa takut, tentunya dengan cara yang aman,” pungkasnya.

Kontributor: Tim Media LPBINU

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *