Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Brokohan 40 hari NU online Ponorogo

Suasana akrab dan sederhana menandai 40 hari NU online Ponorogo
Suasana akrab dan sederhana menandai 40 hari NU online Ponorogo

Meski baru seumur jagung, keberadaan NU online Ponorogo dinilai cukup bisa diterima masyarakat. Terbukti sudah diikuti lebih dari 1000 (seribu) viewer. Dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang ada namun bisa memberi semangat bagi tim.

“Alhamdulillah masa 40 hari sudah berhasil kita lalui, semoga menjadi awal yang baik untuk ke depannya” kata Idam Mustofa saat membuka acara brokohan di rumah Gus Sukron, Ponpes Darun Najjah, Jalen-Ngrukem-Mlarak, Jumat (6/11).

Acara tasyakuran 40 hari usia NUonline Ponorogo yang dikemas sederhana di rumah koordinator LTN NU itu merupakan ajang temu tim, sekaligus evaluasi kerja.

Pimpinan Redaksi (pimred) NU online Ponorogo Gus Lege, menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim telah bekerja dengan penuh semangat. Karenanya dia berharap, adanya masukan dan kritikan.

“Perjalanan 40 hari NU online Ponorogo yang kita tunggu-tunggu featback berupa tanggapan, kritikan, dan masukan dari teman-teman,” tegasnya.

Masukan pertama langsung disampaikan oleh Yoga, salah satu kontributor NU online Ponorogo. Dikatakannya, terkait dunia website hampir persoalan yang dihadapi semua sama. Dengan modal pengalaman terjun di dunia media, Yoga justru sangat optimis NU online Ponorogo bisa eksis.

Menurutnya, hari ini hanya perlu branding lebih ditingkatkan lagi. Caranya, kata Yoga yang pernah berkecimpung di media El- Sinta, hanya lebih menguatkan ketokohan di tataran lokal. “Keberadaan ulama atau Kyai lokal harus kita munculkan. Kyai lokal harus disentuh,” terangnya.

Kader Banser di pelosok juga perlu dimunculkan untuk mengembalikan Marwah .

Efeknya kata dia, pasti luar biasa , minimal untuk mempopulerkan tokoh lokal. Ditambah lagi penguatan program. Amaliah jam’iyah NU di masyarakat yang sudah membumi perlu kita publikasikan melalui media sosial. Semua demi melanggengkan tradisi amaliyah nahdliyah.

Atas pemikiran Yoga ini sangat diapresiasi oleh Gus Lege. Diakui, memang kita butuh kader-kader NU yang punya sense of jurnalis yang mampu mengangkat tokoh- tokoh NU.

“Ini perlu dikembangkan dengan lebih mensinergikan berbagai lembaga dan banom,” imbuhnya.

Lagi-lagi solusinya imbuh Yoga, kita bentuk Digital Jurnalis (DJ) untuk mengembangkan jaringan. Kata kuncinya, kontributor lebih diper banyak lagi. Dibawah kontributor harus ada reporter-reporter untuk melancarkan informasi. Butuh monitoring dan harus bisa jadi superior untuk menguasai media online.

Kalau bisa sering rapat redaksi untuk mengevaluasi program.

Di sisi lain, Nizar mewakili tim IT di NU online Ponorogo sedikit memberi masukan terkait masih banyaknya typo, tapi itu sangat dimaklumi.

Beberapa masukan dan kritikan atas kerja tim diakui Lege, diminta tetap menjadi motivasi bagi teman-teman semua. Segala kekurangan lambat laun akan diperbaiki.

“Perlu ditingkatkan lagi untuk mencapai kesempurnaan. Yang jelas realita kita hadapi dan tetap semangat,” pungkasnya.

Masukan dari Novi Tri Hartanto dari LPBINU. “Kita acungi jempol buat crew NUonline Ponorogo. Peran media online untuk mengembangkan pemberitaan sangat kita apresiasi. Selebihnya
perlu kerjasama antar lembaga dan banom lain untuk lebih menggiatkan pemberitaan. Yang terpenting NU online Ponorogo harus lebih update berita dan harus selalu muncul terus. Soal berita dibaca atau tidak itu bukan masalah, sebaliknya yang penting setiap hari ada berita,” tandas ketua LPBINU.

Tingkat independen menurutnya harus dimiliki, artinya tidak membawa atas nama lembaga tapi semua atas nama tim.

Soal kontributor perlu ditambah, kalau perlu bisa bersinergi dengan media online Jatim serta, kerjasama dengan lembaga di luar NU untuk bisa mendapatkan kontribusi agar bisa menghidupi tim.
Bagian marketing menurut Idam Mustofa juga harus mulai kerja dengan mencari iklan.

Karena marketing sangat dibutuhkan di dunia media. Yang terpenting untuk menggaet pengusaha mau beriklan memang masih belum digiatkan. Bagaimana pengusaha tertarik dengan media online.

Dari Ali Mustofa selaku tim marketing punya gagasan bekerjasama dengan pemerintah dalam hal iklan pelayanan masyarakat. Namun menurut Pimred Gus Lege, kita harus mengembalikan pada hirarki kemunculan NU online Ponorogo, apakah hanya sebagai corong lembaga atau bersifat profit oriented.

Jika kedepannya menjadi media umum maka harus kita sepakati lagi. “Tapi yg penting Istiqomah dulu. Mungkin butuh waktu satu tahun dulu untuk menunjukkan eksistensi NUonline Ponorogo. Perlu upaya untuk menaruh kepercayaan masyarakat terutama pelaku usaha.

Sementara itu, Gus Syukron selaku Koordinator LTN meyakinkan, keberadaan NU online Ponorogo ini akan membawa paradikma baru di dunia informasi dan ini perlu disosialisasikan ke forum MWC .

Di akhir acara Gus Lege menggarisbawahi, semua perlu edukasi dan literasi untuk melengkapi rubrik yg belum terisi.

Reporter&editor: Budi

Informasi terkait:

4 Comments

  1. Sayang nya akun Media Sosial nya kurang update.

    Padahal sekarang media sosial sangat” bagus untuk mengiring viewer selain mengandalkan SEO.
    Beberapa Media” Besar aja yang dulu mengabaikan medsos sekarang lebih aktif updtae sampe” pasang iklan . 😊

    Mungkin bisa di tingkatkan juga min medsos nya.

    EMAN EMAAAN.

    πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

  2. Sayang nya. Sosmed nya kurang aktif. Padahal lumayan bagus untuk mendatangkan Viewer dari sosmed era sekarang ini selain mengandalkan SEO.

    Harapan kami para pembaca . Untuk Sosmed lebih di aktifkan kembali min. Kaya di FB fakum sekali. Padahal orang awam di luar jaringan struktur NU biasanya dapat info lebih cepat dari Sosmed yang lewat” di beranda biasanya. 😊

    πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

  3. Oh iya. Akun” NU Ponorogo di FB terlalu banyak. Mungkin bisa di gabungkan jadi 1 . Atau yang lain di tutup aja. Biar tidak membingungkan. Saya simak banyak kegiatan Dari PCNU Ponorogo pada hari santri ini tapi minim dokumentasi di sosmed ya. di FB maupun IG nya padahal kan juga banyak orang pengen tau sebagaiman Kegiatan yang di jadwal kan tersebut.

    πŸ™πŸ™πŸ™

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *