Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Film Santri Kampoeng, Luapan Kreativitas GP Ansor Watubonang

Suasana seremonial lounching film Santri Kampung
Suasana seremonial lounching film Santri Kampung

NU online Ponorogo -Pengurus GP Ansor Ranting Watubonang ternyata menyimpan potensi seni peran yang layak diperhitungkan. Kebolehan mereka diaktualisasikan dengan membuat film berjudul “Santri Kampoeng” yang diunggah di media Youtube. Penayangan perdana karya spektakuler ini dilakukan Pengurus Ranting GP Ansor Watu Bonang dalam rangka hari santri di balai Desa Watu Bonang, Sabtu (24/10).

Proses kreatif tim pembuatan film ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah desa Watu Bonang bersama instansi terkait. Film pendek dengan durasi 58 menit dapat dinikmati di kanal Youtube Ansoruna Media.

Film ini mengisahkan tiga serangkai santri yang berupaya mendirikan GP Ansor Ranting Watubonang. Dikisahkan ada tiga orang sahabat yang berlatar belakang santri yang gelisah dengan kondisi keagamaan di desanya. Ini menggugah tekad mereka untuk berupaya mendirikan GP Ansor di desanya.

Sekilas film ide film ini tidaklah baru lagi, apalagi para pemain memang sudah aktif di kepengurusan GP Ansor. Tetapi pesan dibalik cerita film inilah yang menarik untuk diperhatikan, karena film juga mengisahkan keterlibatan sosok kyai kampung yang menjadi sumber rujukan ketika sahabat dalam mendirikan GP Ansor di desanya.

Adegan demi adegan menunjukkan kepada penonton bagaimana jaringan keilmuan kyai-santri menjadi hal utama keberhasilan misi perjuangan mendirikan ranting GP Ansor di Watu Bonang. Para penggagasnya sedang berusaha menunjukkan bahwa santri dalam berjuang jangan sampai mengesampingkan bimbingan kyai.

Sontak, film tersebut berhasil mendapatkan 425 subscriber 1000 viewer dalam waktu kurang dari 24 jam. Komentar positif pun mengalir deras pada kolom komentar.

Topo Widadi wakil ketua bidang kaderisasi GP Ansor Watubonang mengatakan film tersebut dibuat hanya dalam dua hari. Penggarapan film ini secara teknis ditangani Ansoruna media, juga didukung pemerintah desa.

“Alhamdulillah pihak desa mendukung. Walau memang masih seadanya,” katanya saat dijumpai NU online Ponorogo , Sabtu (25/10).

Topo mengungkap para pemain film santri kampung berasal dari aktifis NU Ranting Watubonang, GP Ansor ranting Watubonang, Muslimat, Fatayat, aparat desa, dan anggota IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama).

Sesaat setelah pemutaran film ini, pemerintah desa dan instansi terkait yang hadir mengungkapkan kebanggaannya atas upaya GP Ansor Watubonang itu. Salah satunya terlontar dari Madudin ketua MWC NU Badegan

“Kami selaku Ketua Tanfidziyah MWC NU Badegan sangat mengapresiasi GP Ansor Watu Bonang dan Badegan atas keberhasilannya membuat film Santri Kampung ini. Tentu ini bentuk kreatifitas mereka dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi pada masa Globalisasi. Semoga bermanfaat,” puji Madudin.

Keseruan film santri kampung tentu kurang lengkap hanya diceritakan. Pembaca dapat menontonya langsung di kanal Ansoruna Media. Penonton juga perlu mengapresiasi GP Ansor Watubonang dengan cara mensubcribe kanal Ansoruna Media dan mengklik like dan mengisi comment di kolom komentar. (Yoga)

Reporter : Yoga
Editor : Budi

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *