NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

GP Ansor Sukosari Santuni Keluarga Korban Terpapar Covid-19

Penyerahan bantuan sembako dari PR GP Ansor Sukosari, Babadan kepada Takmir masjid Daruttaqwa untuk keluarga terpapar Covid-19
Penyerahan bantuan sembako dari PR GP Ansor Sukosari, Babadan kepada Takmir masjid Daruttaqwa untuk keluarga terpapar Covid-19

NU Online Ponorogo – Memasuki pertengahan masa PPKM Darurat jumlah pasien yang terpapar Covid-19 di Ponorogo mengalami lonjakan yang signifikan. Sampai-sampai RSUD Dr. Harjono terpaksa mendirikan tenda darurat guna merawat pasien yang datang sewaktu-waktu.

Sekedar diketahui, data dan peta yang dirilis oleh Gugus Tugas Covid-19 Nasional, menunjukkan Ponorogo berubah warna menjadi zona merah sejak 24 Juni 2021. Ini menjadi alarm bersama bagi warganegara Ponorogo untuk saling menjaga dari ancaman virus tersebut. Karena kasus Covid-19 di Ponorogo sampai menimbulkan korban jiwa yang banyak. Beberapa diantaranya disebabkan komorbid atau penyakit penyerta dari pasien.

Desa Sukosari (Kecamatan Babadan) tidak luput dari serangan Covid-19. Informasi terbaru yang diterima NU online Ponorogo dari Ketua PR GP Ansor Sukosari Khusnul Habib, ada dua korban meninggal yang kemungkinan besar terpapar Covid, Kamis (8/7) dan Jum’at (9/7).

“Ini dibuktikan dengan adanya pemulasaraan jenazah dengan protokol di Desa kami,” ujarnya.

Setelah memastikan kebenaran ada warga Sukosari yang meninggal karena Covid-19, hari itu juga Gerakan Pemuda Ansor Ranting Sukosari segera mengambil tindakan nyata. Ini dilakukan dengan menggalang dana untuk membantu keluarga korban yang sejak peristiwa pemakaman kurban harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

“Para pengurus (PR GP Ansor, Red) ikut berpartisipasi dengan membantu meringankan keluarga korban dengan menyalurkan bantuan berupa sembako,” imbuh Khabib.

Dari aksi pengumpulan dana spontan itu PR GP Ansor Sukosari mewujudkan bantuan berupa paket sembako untuk 5 keluarga. Masing-masing terdiri dari beras, gula, kopi, mie instan dan minyak goreng. Bahkan masing-masing keluarga juga menerima santunan sejumlah uang yang diperkirakan cukup untuk membeli kebutuhan pokok lainnya selasa masa isolasi mandiri.

Bantuan diserahkan kepada pengurus Takmir masjid Daruttaqwa, Kamis (8/7). “Kebetulan pengurus Takmir masjid termasuk keluarga korban yang tidak terpapar Covid-19,” tandas Khabib.

Dalam sambutannya sesaat sebelum penyerahan bantuan Khabib berpesan bahwa aksi sosial ini menjadi wujud keprihatinan bersama untuk saling menjaga orang terdekat.

“Maka, penggunaan protokol Covid-19 harus dijalankan, sebab hanya itu yang bisa kita lakukan,” tegas Khabib.

Reporter: Idam
Editor : Budi

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera