Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

LPBI NU Wakili Ponorogo di Rakor Pengurangan Resiko Bencana

NU online Ponorogo – Forum Penanggulangan Resiko Bencana (FPRB) yang didukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menginisiasi rapat koordinasi (rakor) organisasi relawan penanggulangan bencana. Rakor dengan tema “Bersama membangun gerakan pengurangan risiko bencana dan perubahan iklim di Jawa Timur” ini digelar di Hotel Aster Kota Batu, Minggu (21/11).

Jajaran BPBD Jawa Timur dan Sekjen FPRB saat mengikuti pembukaan rakor
Jajaran BPBD Jawa Timur dan Sekjen FPRB saat mengikuti pembukaan rakor

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Ponorogo ditunjuk FPRB menjadi satu-satunya komponen relawan bencana dari Kabupaten Ponorogo yang diundang panitia. Sebagai unsur lembaga pemerintah, BPBD Ponorogo juga ikut mengikuti rakor yang berlangsung sehari penuh itu.

Perlu diketahui, berdasarkan press release yang diterima NU online Ponorogo dari LPBI NU Ponorogo, Rakor FPRB dibuka Gatot Subroto Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Jawa Timur. Dalam sambutannya, Gatot menyatakan, rakor FPRB ini dibutuhkan untuk membangun sinergitas lembaga-lembaga relawan bencana dengan pemerintah melalui BPBD.

“Rakor ini akan bermuara pada supporting system pembentukan FPRB di tingkat kabupaten dan kota yang ada di Jawa Timur,” terang Novi Trihartanto Ketua LPBI NU Ponorogo mengulangi pernyataan Gatot.

FPRB, sebut Novi berdasarkan pernyataan BPBD Jawa Timur, akan mendorong pembentukan Desa Tanggap Bencana di Jawa Timur yang mensinergikan program Destana dari BNPB, Kampung Tangguh dari Dinas Sosial, Desa Siaga dari Dinas Kesehatan.

Mengutip laporan Agung ketua BPBD Kota Batu, Novi Tri Hartanto ketua LPBI NU Ponorogo menyatakan, FPRB diminta BPBD untuk memberi rekomendasi penanggulangan bencana, kesiapsiagaan bencana hidrometrologi dan penaggulangan covid-19.

Fungsionaris LPBI NU Ponorogo sesaat setelah mengikuti rakor Forum Penanggulangan Resiko Bencana (FPRB) Provinsi Jawa Timur di Batu (21-11)
Fungsionaris LPBI NU Ponorogo sesaat setelah mengikuti rakor Forum Penanggulangan Resiko Bencana (FPRB) Provinsi Jawa Timur di Batu (21-11)

“Diharapkan FPRB ini memberi arah kepada perubahan mindset penaggulangan bencana dari reaktif penaggulangan bencana dirubah menjadi bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi terjadinya bencana di Jawa Timur,” ungkap Novi.

Sekjen FPRB Jawa Timur Sudarmanto atau lebih dikenal mbah Darmo menyambut gembira tekad BPBD untuk membangun sinergisitas untuk mencapai visi dan misi terbentuknya FPRB di seluruh Jawa Timur.

“Di Jawa timur terdapat banyak sekali relawan kebencanan yang masuk dalam FPRB, maka saya menyambut gembira rakor dengan target reaksi FPRB di seluruh Kabupaten dan Kota di Jatim ini,” ungkap mbah Darmo seperti dituangkan dalam press release LPBI NU Ponorogo.

Menanggapi rencana pembentukan FPRB di setiap Kabupaten dan Kota, Novi selaku Ketua LPBI NU Ponorogo menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan semua redaksi yang sudah disepakati FPRB Provinsi Jawa Timur.

“Kami (LPBI NU, Red) siap untuk mendorong terbentuknya FPRB di Ponorogo dan akan menjadi garda terdepan dalam aksi pengurangan risiko bencana. Relawan LPBI NU ponorogo siap bersinergi dengan semua relawan untuk suksesnya kegiatan tersebut,” pungkas Novi.(dam)

 

Reporter: idam
Editor : budi

Informasi terkait:

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *