NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

LTM PCNU Ponorogo Buka Lapak di Ruko Masjid NU, Sediakan Buku Khutbah Bahasa Jawa

Pimpinan PCNU meninjau Lapak LTM di ruko masjid NU, sesaat setelah pengajian Ahad Pon dan Kick off Hari Santri

NU Online Ponorogo – Lembaga Takmir Masjid (LTM) PCNU Kabupaten Ponorogo terus berinovasi dalam mengembangkan fungsi masjid, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan umat. Mulai September tahun ini, LTM PCNU resmi membuka lapak usaha yang menempati ruko di kompleks Masjid NU Ponorogo.

Menurut Marsudi, Sekretaris LTM PCNU Ponorogo, lapak tersebut menjadi salah satu bentuk nyata peran masjid dalam aspek ekonomi. “Kegiatan lapak ini adalah salah satu wujud masjid sebagai Bayt al-Tamwil, yakni bagaimana masjid berupaya mandiri dengan memperoleh pemasukan dari usaha-usaha halal yang berada di lingkungan sekitar masjid,” jelasnya.

Buku khutbah Jum’at LTM NU

Tidak hanya membuka lapak usaha, LTM PCNU juga menghadirkan terobosan di bidang dakwah dengan menerbitkan buku khutbah tematik berdasarkan bulan-bulan Hijriyah dalam bahasa Jawa. Inisiatif ini, menurut Marsudi, bertujuan untuk memperkuat syiar Islam berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus melestarikan bahasa Jawa yang mulai terpinggirkan di kalangan generasi muda.

“Insya Allah, buku ini akan mendukung para khatib dalam menyampaikan khutbah dengan wawasan Aswaja. Lebih dari itu, penerbitan ini juga merupakan cara LTM NU untuk tetap eksis di tengah tantangan era disruptif dan fenomena sosial yang mengkhawatirkan,” ujarnya pada Sabtu (28/9).

Display pernak-pernik asesoris NU

Buku khutbah tematik tersebut dipasarkan dengan harga terjangkau, yakni Rp15.000 per eksemplar. Meski murah, Marsudi menegaskan kualitas tetap menjadi prioritas. “Kami sengaja membuat dengan ongkos cetak rendah agar dapat menjangkau masyarakat luas, tetapi kualitas isi dan penyajian tetap kami perhatikan,” imbuhnya.

Lapak LTM NU yang berada di halaman selatan Masjid NU Ponorogo ini juga menawarkan beragam pernak-pernik khas NU, mulai dari songkok, baju, sajadah, sarung, mukena, hingga bros, pin, dan bendera. Dengan keberadaan lapak tersebut, diharapkan masjid semakin berfungsi sebagai pusat pemberdayaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan umat, baik spiritual maupun sosial-ekonomi.

Kontributor: Sahabat Media LTN

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *