
NU Online Ponorogo — Tradisi dzikir dan doa bersama yang hidup di tengah warga Nahdliyyin Kecamatan Mlarak bagian barat terus terjaga dengan penuh keistiqamahan. Hal tersebut tampak dalam pelaksanaan Majlis Dzikrul Ghofilin yang digelar pada Senin malam Selasa Pahing, (15/12), bertempat di Musholla Al Marwi, Desa Gandu, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini diikuti sekitar 700 jamaah yang berasal dari Desa Gandu, Bajang, Gontor, dan Nglumpang.
Sejak sore hingga malam hari, jamaah dari berbagai kalangan—mulai dari para kiai, pengurus NU, tokoh masyarakat, hingga warga umum—berbondong-bondong menghadiri majelis dzikir tersebut. Suasana khusyuk terasa saat lantunan dzikir, tahlil, dan doa bersama dipanjatkan, menjadi wasilah mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat spiritualitas warga Nahdliyyin.
Rutinan Majlis Dzikrul Ghofilin malam Selasa Pahing ini telah berjalan hampir enam tahun dan dilaksanakan secara bergilir dari masjid dan musholla di wilayah Kecamatan Mlarak bagian barat. Keistiqamahan ini mencerminkan kuatnya komitmen warga dalam merawat amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah sebagai bagian dari kehidupan keagamaan dan sosial.
Pada kesempatan tersebut, Majlis Dzikrul Ghofilin dipimpin langsung oleh KH. Abdus Sami’, pengasuh Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, Ponorogo. Dalam mauidlah hasanahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga tradisi dzikir sebagai penopang kekuatan iman dan akhlak umat, di samping memohon kepada Alloh agar daerah Mlarak dan Ponorogo menjadi Baldatun Thoyyibatun wa robbun Ghofur.
“Dzikrul Ghofilin ini bukan sekadar rutinitas, tetapi ikhtiar ruhani agar hati kita tetap hidup, iman terjaga, dan masyarakat tetap guyub. Jika dzikir terus dihidupkan, insyaallah keberkahan akan turun bagi kampung dan daerah kita menjadi Baldatun Thoyyibatun wa robbun Ghofur,” tutur KH. Abdus Sami’.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Mlarak, yakni Camat Mlarak, Kapolsek Mlarak, dan Kepala KUA Mlarak, serta jajaran Pengurus MWC NU Mlarak. Kehadiran unsur pemerintah ini menunjukkan kuatnya sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam menjaga harmoni kehidupan beragama.
Camat Mlarak dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan Majlis Dzikrul Ghofilin yang berjalan tertib, damai, dan penuh kebersamaan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain memperkuat keimanan masyarakat, juga menjadi sarana mempererat persatuan dan menjaga kondusivitas wilayah. Pemerintah Kecamatan Mlarak sangat mendukung kegiatan keagamaan yang membawa ketenangan dan kebersamaan seperti ini,” ujarnya.
Yang istimewa, Majlis Dzikrul Ghofilin malam Selasa Pahing ini juga dihadiri Wakil Ketua PCNU Ponorogo, Drs. H. Maftuh Basuni, MH dan bendahara, Imam Syafii. Maftuh Basuni menyampaikan apresiasi atas keistiqamahan warga Nahdliyyin Mlarak dalam merawat tradisi dzikir yang sejalan dengan nilai-nilai NU.
“Apa yang dilakukan warga NU Mlarak ini adalah contoh konkret bagaimana jam’iyyah NU hidup di tengah masyarakat. Dzikrul Ghofilin menjadi ruang spiritual, sosial, sekaligus kultural yang sangat penting untuk menjaga tradisi keaswajaan dan memperkuat ukhuwah,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan semacam ini perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin tetap mengakar kuat di tengah perubahan zaman.
Melalui Majlis Dzikrul Ghofilin ini, diharapkan keberkahan, ketenteraman, dan rahmat Allah SWT senantiasa tercurah bagi masyarakat Kecamatan Mlarak, khususnya wilayah barat. Lebih dari itu, majelis ini diharapkan terus menjadi ruang spiritual dan sosial yang meneguhkan peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga Islam yang moderat, santun, dan membumi.
Kontributor: Sahabat Media LTN