NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Lailatul Ijtima’ PCNU Mulai Agendakan Pengendalian Program

Halal BI halal jajaran pengurus harian Syuriah dan Tanfidziyah serta pimpinan Lembaga dan Banom, dilanjut Rakor
Halal BI halal jajaran pengurus harian Syuriah dan Tanfidziyah serta pimpinan Lembaga dan Banom, dilanjut Rakor

NU Online Ponorogo- Kitab Risalah ahlissunnah waljama’ah karya Hadratussyaikh Asy’ari kembali dikaji sebagai agenda utama Lailatul Ijtima’ atau LI PCNU, Jum’at (28/5) malam. K.M. Nur Sholihin Ketua Lembaga Dakwah PCNU Ponorogo mendapat giliran membaca kitab babon aswaja an-nahdliyah ini. Turut hadir pada acara yang digelar di aula PCNU ini jajaran pengurus harian Syuriah dan Tanfidziyah serta para pimpinan lembaga dan badan otonom.

LI PCNU sekaligus halal bihalal ini juga mengagendakan rakor pengendalian program lembaga-lembaga PCNU untuk periode musyawarah kerja Cabang (Muskercab) II. Dr. H. Luthfi Hadi Aminudin, M.Ag Sekretaris PCNU sekaligus Koordinator Tim Pengendali Program (TPP) menyatakan rakor ini diperlukan untuk memonitoring progress report setiap lembaga.

“Untuk pertama kalinya, rakor ini cukup dengan meminta laporan tertulis lewat google form,” ucap Dekan FEBI IAIN Ponorogo yang akrab disapa Pak Luthfi ini kepada NU online Ponorogo.

Pak Luthfi menambahkan agenda pengendalian program akan diramu dalam format rakor koordinator perangkat PCNU bersama jajaran pengurus harian pada forum LI setiap satu bulan sekali.

“Sehingga Korkat secara langsung dapat menjalankan fungsi monitoring dan evaluasi dengan support system dari TPP,” tandasnya.

K.Muh.Nur Sholihin saat membacakan Kitab Risalah Ahlussunah Wal Jamaah Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asy'ari
K.Muh.Nur Sholihin saat membacakan Kitab Risalah Ahlussunah Wal Jamaah Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari

Hal senada disampaikan Drs.H.Fatchul Aziz, MA Ketua PCNU. Dalam sambutan halal bihalal Pak Aziz, sapaan akrabnya menilai LI PCNU setiap malam Sabtu Kliwon ini cukup efektif untuk pengenalian program kerja. “Terutama forum LI ini dapat membangun kesolidan jam’iyyah,” katanya.

Pak Azis selanjutnya menjelaskan mekanisme pengendalian program.
Rakor, jelasnya, merupakan forum evaluasi dan pelaporan secara berjenjang di struktural PCNU Ponorogo.

“Di internal perangkat, perangkat lembaga melaporkan progress programnya kepada Korkatnya masing-masing,” terangnya.

Forum LI disebut Pak Azis sebagai sarana laporan Korkat kepada PCNU.

“Di sinilah forum LI malam Sabtu Kliwon menjadi sangat penting,” tegas Pak Aziz.

Pada saat rakor Pak Luthfi menyampaikan garis besar progress report masing-masing lembaga. Waktu ini juga digunakan untuk sosialisasi rencana turba PWNU Jawa Timur pada Juni mendatang. Forum juga menunjuk Agus KH salah satu Wakil Sekretaris PCNU sebagai koordinator acara turba PWNU Jawa Timur.

Terdapat tiga lokasi yang menjadi alernatif tempat turba PWNU yang juga diikuti PCNU Pacitan ini. Ketiganya aula Muallimat, PP Al-Ikhlas Babadan, dan Pesantren asuhan K. Nur Sholihin di Ngunut.

Sementara K. Nur Sholihin membaca bab tentang anjuran Hadratussyaikh KH.M.Hasyim Asy’ari untuk tidak keliru dalam menuntut ilmu.

“Mencari ilmu harus jelas siap gurunya, artinya sanad ilmunya harus jelas,” tegasnya.

Reporter: Idam
Editor : Budi

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera