Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

LBM PCNU Ajak Santri Bahas Masalah Fikh

Jajaran Syuriah dan LBM PCNU tengah larut dalam pembahasan hukum bersama para peserta
Jajaran Syuriah dan LBM PCNU tengah larut dalam pembahasan hukum bersama para peserta

NU online Ponorogo- Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU Ponorogo secara perodik telah melaksanakan kegiatan bahtsul masail yang diikuti utusan MWC NU dan pondok pesantren. Peserta memang sudah menjadi pegiat bahtsul masail di tingkatan kepengurusan LBM masing-masing. Tetapi khusus untuk memperingati hari santri 2020 LBM PCNU Ponorogo menggelar bahstul masail yang diiikuti santri yang masih menempuh pendidikan di berbagai pondok pesantren.

Gelaran pembahasan hukum islam ala NU itu dilaksanakan, Ahad (25/10) di Pondok Pesantren Nurul Quran Pakunden asuhan Rais PCNU KH. Moh. Sholihan al-Hafidz. Tidak kurang dari 20 pesantren yang diundang panitia untuk mengirimkan utusannya. Sesuai daftar hadir peserta, tercatat ada 15 utusan pesantren yang datang mengikuti kegiatan.

Suasana pembahasan hukum pada bahstul Masail LBM PCNU yang diikuti santri dari berbagai utusan Ponpes di Ponorogo
Suasana pembahasan hukum pada bahstul Masail LBM PCNU yang diikuti santri dari berbagai utusan Ponpes di Ponorogo

Jumlah itu ternyata di luar estimasi yang diduga panitia. Panitia semula pesimis peserta yang datang sebanyak itu. Atas dasar itu panitia mengungkapkan kegembiraannya, termasuk KH. Moh. Sholihan sendiri selaku tuan rumah.

“Alhamdulillah, pagi tadi kita sempat ketar ketir, ada apa tidak peserta yang datang. Wah, ternyata luar biasa, yang datang banyak,” ungkap Kyai Sholihan di sela-sela ramah tamah bersama panitia.

Dari beberapa masalah yang disodorkan panitia, dua di antaranya berhadil diselesaikan. Yaitu masalah hukum percikan air kencing dan pilihan mengutamakan makan sebelum salat untuk menjaga kekhusukan salat. Dari pantuan NU online, diskusi cukup hangat dan diwarnai perdebatan. Pada akhirnya penetapan hukum diserahkan para mushahhih yang terdiri dari Gus Hanif dan Gus Asvin dari jajaran Wakil Rais, Gus Fauzy katib dan Gus Muqorrobin. Tampak pula Gus Badrus ketua LBM PCNU didampingi Gus Yasin Sekretaris LBM PCNU terlibat aktif mendamoingi para peserta.

Hasil bahsul selengkapnya akan diposting di NU online Ponorogo setelah selesai perbaikan pada rumusannya.

Para pemenang lomba lalaran nadzom imrithi HSN bersama jajaran pengurus PCNU dan Panitia HSN
Para pemenang lomba lalaran nadzom imrithi HSN bersama jajaran pengurus PCNU dan Panitia HSN

Di tengah acara, panitia hari santri PCNU Ponorogo memanfaatkan waktu mengumumkan pemenang lomba lalaran imrithi yang dihelat PC RMI Ponorogo.

Dari hasil penilaian dewan juri, kategori putra juara 1 diraih PP. Nurul Quran disusul PP. Al-Kholily dan PP. Al-Islam Joresan. Pada kategori putri PP.Al-Kholily berhasil menduduki peringkat pertama disusul PP. Ittihadul Ummah Jarakan di posisi kedua dan PP. Al-Amin Jenes di peringkat ketiga. Penyerahan hadiah untuk putra dilakukan Rais PCNU, sedangkan hadiah untuk putri diserahkan Sekretaris PCNU.

Ditemui saat ramah tamah, Sekretaris PCNU Dr. H. Lutfi Aminudin, M.Ag menaruh harapan, suatu saat LBM bisa memprogramkan pembinaan bahtsul masail khusus santri. Menanggapi wacana ini, Gus Badrus ketua LBM PCNU, pihaknya akan mengagendakan pertemuan rutin

“Kami akan mencoba buat pertemuan rutin dulu,” ungkapnya.(dam)

Reporter: idam
Editor : Budi

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *